Bimbingan Teknis dan Sosialisasi Daring (WEBINAR) #EPISODE 1128 PROPAKTANI

Bimbingan Teknis dan Sosialisasi Daring (WEBINAR) #EPISODE 1128 PROPAKTANI

Strategi Meningkatkan Produktivitas Padi

Dr. Suwandi, Dirjen Tanaman Pangan dalam keynote speechnya menguraikan langkah-langkah yang sedang ditempuh untuk meningkatkan produksi padi melalui ekstensifikasi dan intensifikasi. Ekstensifikasi dilakukan dengan perluasan areal tanam dan peningkatan indek pertanaman. Intensifikasi dilakukan dengan peningkatan potensi hasil varietas unggul baru padi dan perbaikan manajemen budidaya tanaman. Propaktani episode 1128 yang diorganisir oleh APPERTANI membahas Strategi Meningkatkan Produktivitas Padi sebagai factor utama peningkatan produksi. Sebagai moderator webinar episode ini adalah Prof. Dr. Ir. Irsal Las, MS, Ketua dan Tim pakar APPERTANI Bidang Agroklimat, Kebijakan Sumberdaya Lahan dan Lingkungan.

 

Prof. Dr. Ir. Suyamto, MS., Tim Pakar Bidang Keahlian Budidaya Tanaman Pangan dan Pemupukan APPERTANI menyampaikan topik:” Strategi Penyiapan Dan Penerapan Paket Teknologi Usahatani Padi Di Berbagai Agroekologi”. Usahatani padi dapat dilakukan pada lahan sawah irigasi (penuh, setengah teknis?), lahan sawah tadah hujan, lahan kering dan lahan rawa yang masing-masing punya potensi dan permasalahan yang sangat menentukan paket teknologi atau intervensi komponen teknologi yang diintegrasikan pada paket tertentu. Saat ini telah tersedia paket teknologi unggulan tanaman padi untuk sawah irigasi, tadah hujan, rawa lebak dan lahan kering disertai dengan kunci keberhasilan penerapan teknologi. Peningkatan pemahaman dan penerapan teknologi petani merupakan aspek yang sangat penting untuk diupayakan karena masih terdapat gap penerapan teknologi antara teknologi maju yang tersedia dengan teknologi yang diterapkan oleh petani. Perlu monitoring di lapang dan evaluasi hasil penerapan paket teknologi. Peran penyuluh, ketua kelompok tani, petugas lapang, peneliti, dinas dan pihak terkait lain sangat penting untuk mencari dan terus memperbaharui komponen teknologi yang terbukti unggul dan adaptif dari berbagai sumber, dan mengkoordinir serta memfasilitasi perumusan paket teknologi dan penerapannya di lapangan.

Prof. Dr. Satoto,  Tim Pakar Ilmu Pemulyaan Tanaman Pangan APPERTANI menyampaikan materi dengan topik: “Strategi Peningkatan Produktivitas Tanaman Padi Dari Sisi Pendekatan Genetik”.Fokus utama pemuliaan padi untuk meningkatkan produktivitas melalui perbaikan potensi hasil dan daya adaptasi terhadap dampak negative cekaman biotik maupun abiotic dampak negatif perubahan iklim. Adapun arah pendekatan yang dilakukan dengan peningkatan potensi hasil dan meminimalkan kehilangan hasil akibat cekaman biotik dan/abiotik. Langkah konkrit yang ditempuh melalui: 1) persilangan dan seleksi secara konvensional; 2) pemuliaan tipe ideal (pendekatan ideotipe); 3) emuliaan padi hibrida (pendekatan heterosis); 4) Persilangan jarak jauh (wide hybridization), dan 5) rekaya genetik melalui introduksi gen dari spesies lain. Strategi adaptasi terhadap perubahan iklim melalui perakitan varietas unggul dengan perbaikan sifat:  1) perbaikan ketahanan terhadap hama penyakit; 2) umur sangat genjah-genjah; 3) toleran kekeringan; 4) toleran rendaman; 5) toleran salinitas; 6) efisien input, dan 7) rendah emisi gas methan.

Prof. Dr. I Nyoman Widiarta,  Tim Pakar Bidang Pengendalian Hama dan Penyakit Tanaman Pangan APPERTANI  dan Peneliti BRIN menyampaikan materi dengan topik: “Penekanan Kehilangan Hasil Padi dengan Pengendalian Hama Terpadu didukung  Penyediaan Benih In-situ Varietas Tahan Spesifik lokasi”. Peningkatan produktivitas padi merupakan salah satu factor produksi utama untuk meningkatkan produksi padi, guna mencapai Swasembada Beras Berkelanjutan dan Lumbung Pangan Dunia 2045. Produktivitas atau hasil varietas padi per satuan luas (P) ditentukan oleh potensi hasil (H), kondisi lingkungan (L) dan manajemen (M) budidaya, panen dan pasca panen. Luas serangan hama dan penyakit utama padi salah satu kondisi lingkungan biotik yang dapat menimbulkan kehilangan hasil yang menghambat peningkatan produktivitas padi. Anomali iklim La-Nina yang dicirikan oleh kondisi musim kemarau basah, menyebabkan terjadinya peningkatan luas serangan hama dan penyakit padi, terutama wereng batang coklat disertai dengan penyakit kerdil padi yang disebabkan oleh virus yang ditularkannya dan penyakit tungro. Strategi adaptasi dampak negatif La-Nina terhadap kehilangan hasil padi dapat diupayakan dengan penerapan pengendalian hama terpadu (PHT) yang mengintegrasikan varietas tahan hama dan/penyakit dengan komponen teknologi pengendalian lainnya yang kompatibel. Peningkatan adopsi varietas tahan adaptif spesifik lokasi diupayakan dengan reorientasi pemuliaan dengan mempertemukan supply dengan demand karakter unggul dan didukung oleh penyediaan benih in-situ.